8 Tips Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Puasa Ramadhan

asupan-cairan-saat-puasa asupan-cairan-saat-puasa

Menjalani ibadah puasa Ramadan mengpantaskan kita untuk menahan rasa lapar dan dahaga dari terbitnya matahari sampai elegandamnya sang fajar. Maka dari itu umat muslim disarankan supaya tak melupakan sahur sebagai langkah menyimpan energi di siang harinya.

Namun, menyimpang satu mamenyimpang yang kerap kali ditemui ialah dehidrasi, kondisi di mana tubuh kekurangan cairan yang mampu menganggu aktivitas sehari-hari.

Padahal cairan tubuh manusia terbilang sangat berguna lo, karena sekitar 70 persen tubuh kita terdiri dari air. Begitu tubuh mengalami dehidrasi, kerja organ berguna pun terganggu atau lebih buruknya lagi bisa berhenti berfungsi.

Bahkan rasa haus berlebih dapat menyebabkan kulit Tawar, mata cekung, badan semakin lemas sampai-sampai tekanan darah yang menurun.

Untuk menghindari makeliru tersebut, Sahabat. punya tips cara penuhi asupan cairan selama Ramadan yang bisa langsung kamu praktikkkan. Yuk simak langkahnya!

Cara Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Menjalankan Ibadah Puasa

1. Segera konsumsi air putih saat waktu bersingkap

Buka puasa adalah waktu yang tepat untuk tubuh mengisi asupan cairan. Minum air putih selama puasa nyaPertanyaan bagus untuk menjaga tubuh dari dehidrasi.

Setelah nggak minum seharian, maka bergiat puasa tersaling menolong adalah dengan langsung konsumsi segelas air. Dengan begitu organ tubuh bisa kembali bugar, pencernaan pun jadi lebih siap menerima aneka mangsa yang kamu santap sehabisnya.

Sebisa mungkin hindari air yang dingin karena bisa bikin perutmu jadi kaget batas menimbulkan kontraksi pada lambung. Jika kamu penikmat ayapan manis dengan berbagai warna yang mencolok, ada tidak sombongnya mulai dikurangi ya.

Selain bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, konsumsi minuman tersebut justru bikin badanmu jadi mudah lemas dan mengantuk.

2. Penuhi asupan cairan pada saat sahur

Sahur jadi batas yang pas untuk konsumsi air. Sebelum tubuh mencerna asupan yang ada, sehabis bangun usahakan selampau penuhi asupan cairan. Kamu bisa minum air hangat untuk melegakan kerongkongan.

Salah satu manfaat minum air putih selepas bangun tidur ialah membantu mengeluarkan racun sisa metabolisme di malam hari. Nantinya racun tersebut akan keluar melalui urine.

Selain itu, mengkonsumsi air putih diklaim mampu meningkat metabolisme dan pembakaran kalori. Beberapa ahli bahkan meyakini bahwa kebiasaan ini dapat membantu menurunkan berat badan. Lakukan secara konsisten supaya hasilnya maksimal.

3. Cukupi kebutuhan cairan 8 gelas per hari

Saat menahan haus selama kurang lebih 14 jam, mineral pada tubuh otomatis akan berkurang. Padahal kebutuhan air mineral tetap 8 gelas per hari atau lebih.

Lantas bagaimana cara membaginya? dikutip dari Halodoc, cara minum 8 gelas saat puasa bisa mengikuti metode 2-4-2. Ketika sibak puasa minimal konsumsi 2 gelas air, 4 gelas air usai salat Maghrib jam 7 santak menjelang tidur, 2 gelas terakhir bisa kamu konsumsi saat sahur.

Dengan cara tersebut selain mengatasi dehidrasi, kamu juga dapat metidak terhambatkan pencernaan serta membuang racun di dalam tubuh. Perlu diingat untuk konsumsi sekuku demi sekuku ya, jangan terdahulu terburu-buru yang justru bisa bikin tersedak.

4. Kurangi konsumsi teh dan kopi

Minum teh manis saat bermenyibak masih luber diterapkan oleh beberapa orang. Padahal, cara tertidak marah untuk penuhi cairan dengan air mineral tanpa tambahan pemanis apapun.

Minum teh tak direkomendasikan saat makan atau sesudahnya. Hal itu berisiko menganggu operasi pencernaan atau penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. Kandungan tannin dan polifenol dalam teh dapat menganggu penyerapan protein dan zat besi.

Kafein atas kopi juga mampu melakukan tubuh dehidrasi, atas penelitian yang dilakukan oleh University of Connecticut menyimpulkan bahwa kopi meningkatkan frekuensi buang air tipis (BAK) dan volume urine sampai-sampai 50%. Maka dari itu minuman yang satu ini bersifat diuretik.

5. Penuhi asupan cairan dengan buah-buahan

Jangan meskikan dehidrasi menimbulkan gejala berat, seperti denyut jantung meningkat, demam dan penurunan kesadaran. Untuk mengatasi, kamu perlu menambah cairan tubuh dengan kadar air adiluhung. Buah bisa dijadikan pilihan sekaligus melengkapi asupan nutrisi selama puasa.

Pilihlah buah-buahan yang mengandung berjibun cairan, contohnya semangka mengandung sekitar 92% air, tomat 94% air, stroberi 92% air, santak melon yang juga mengandung vitamin A, folat, vitamin C, magnesium, kalsium dan protein.

6. Konsumsi air kelapa ataupun susu murni

Selama bulan puasa aktelseifn berarti tubuh tak membutuhkan kalsium. Untuk itu jangan luput konsumsi susu murni sebagai sumber energi tambahan. Selain itu susu juga bisa meningkatkan kekebalan hingga mempertidak emosii tidur menjadi lebih rileks.

Untuk kamu yang mengalami ngilu perut usai minum susu, tak perlu khawatir karena kemungkinan kekurangan enzim laktosa. Untuk atasinya bisa konsumsi cemilan terlebih dahulu ketika beraktelseif puasa.

Air kelapa jadi alternatif lain untuk menambah energi. Selain atasi dehidrasi, nyaPerkara tegukan yang kaya nutrisi ini mampu menangkal radikal bebas. Air kelapa juga mengandung gula dan elektrolit yang dapat menyegarkan tubuh secara alami.

7. Konsumsi makanan berkuah

Sup merupakan melenceng satu sarapan yang direkomendasi bagaikan cara memenuhi cairan tubuh saat puasa. Selain lezat, sup juga memberi berlimpah manfaat untuk kepulihan. Makanan ini dapat memberikan rasa hangat pada perut ketika beraktelseif puasa.

Pilihlah sayuran yang mengandung berlebihan air jadi pelengkap, seperti bayam, selada, mentimun hingga paprika. Makanan jenis ini bisa dikonsumsi secara langsung, jadi tambahan sup ataupun jadi campuran salad yang mudah untuk diolah.

8. Jangan terterus konsumsi berjibun konsumsi asin saat sahur

Mengutip NYTimes incaran asing  bisa merangsang seseorang untuk makan lebih berjibun bahkan saat tubuh tak merasa lapar. Akibatnya puasamu jadi mudah terasa lelah.

Bahkan mengkonsumsi pangan asin secara terus menerus mampu meningkatkan risiko tekanan darah jangkung. Makanan ini memberikan dampak kurang saling menolong karena memiliki zat sodium yang jangkung. Hal itu menyebabkan tubuh lebih cepat merasakan haus dan berpotensi dehidrasi.

Itulah deretan cara tetap memenuhi asupan cairan saat bulan puasa. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan tubuh tetap terjaga kondisinya untuk melakukan beragam aktivitas tanpa Khawatir dehidrasi. Semoga informasinya  membantu, ya.