Waspada Resiko Berbahaya Akibat Bronkitis

resiko bronkitis resiko bronkitis

Memahami Gangguan Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada area saluran udara yang menghubungkan trakea dengan paru-paru atau bronkus. Penyebab penyakit bronkitis biasanya akibat terdapatnya virus atau bakteri dan dapat bersifat akut atau kronis. Gejala bronkitis meliputi batuk yang produktif, sesak nafas, pilek, dan nyeri dada.

Meskipun bronkitis biasanya tidak membahayakan akan tetapi pada beberapa kasus terdapat resiko berbahaya yang dapat terjadi jika bronkitis tidak diobati dengan baik. Itulah mengapa sangat penting untuk segera mengetahui tentang bronkitis dan bagaimana cara mencegah dan mengobatinya apabila mulai merasakan gejala atau tanda-tanda bronkitis.

Pada artikel ini akan disajikan informasi lebih lanjut tentang bronkitis, termasuk penyebabnya, gejalanya, dan cara mencegah dan mengobatinya.

Faktor Penyebab Dan Resiko

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa bronkitis disebabkan oleh infeksi pada bronkus yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus, seperti virus influenza, virus parainfluenza, atau virus respiratory sinsitial. Bronkitis kronis, di sisi lain, dapat disebabkan oleh polusi udara, merokok, atau kondisi kesehatan lainnya yang menyebabkan inflamasi pada bronkus secara terus-menerus.

Meskipun bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena bronkitis, termasuk:

  • Usia: Orang yang lebih tua atau anak-anak kecil lebih rentan terkena bronkitis.
  • Faktor lingkungan: Tinggal di daerah yang polusi udaranya tinggi atau terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko bronkitis.
  • Kondisi kesehatan lainnya: Orang yang memiliki asma atau penyakit paru-paru lainnya lebih rentan terkena bronkitis.
  • Imunodefisiensi: Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terkena infeksi, termasuk bronkitis.

Selain dari faktor yang telah disebutkan diatas ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena bronkitis, yaitu:

  • Stres: Stres dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga memudahkan terjadinya infeksi.
  • Gaya hidup tidak sehat: Perokok Aktif, kurang tidur, dan tidak cukup minum air dapat meningkatkan risiko bronkitis.
  • Infeksi paru-paru lain: Orang yang memiliki infeksi paru-paru lainnya seperti sinusitis atau sinusitis kronis dapat lebih rentan terkena bronkitis.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh: Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak normal, misalnya karena HIV/AIDS atau pengobatan kemoterapi, dapat lebih rentan terkena infeksi, termasuk bronkitis.

Cara Pencegahan Bronkitis

Untuk mencegah bronkitis, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Menjaga kebersihan: Mencuci tangan secara teratur dan menjaga lingkungan sekitar Anda bersih dapat mencegah terjadinya infeksi.
  • Menjaga kelembaban udara di rumah: Menjaga kelembaban udara di rumah agar tidak terlalu kering dapat membantu mencegah bronkitis.
  • Menghindari merokok atau terpapar asap rokok: Merokok atau terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko bronkitis, terutama bronkitis kronis.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit: Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dapat membantu mencegah penularan infeksi.
  • Menjaga pola makan yang sehat: Menjaga pola makan yang sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
  • Menjaga berat badan yang sehat: Menjaga berat badan yang sehat dapat membantu menjaga kesehatan paru-paru dan mencegah bronkitis.
  • Lakukan olahraga yang sesuai dengan saran dan petunjuk instruktur olahraga atau dokter.

Pemeriksaan Dan Pengobatan Bronkitis

Jika Anda mengalami gejala bronkitis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga menyarankan tes laboratorium atau tes diagnostik lainnya untuk memastikan diagnosis bronkitis dan menentukan penyebabnya.

Untuk mengobati bronkitis, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, seperti:

  • Obat batuk: Obat batuk dapat membantu meredakan batuk yang tidak produktif dan mengeluarkan dahak dari paru-paru.
  • Obat antiinflamasi: Obat antiinflamasi seperti ibuprofen atau aspirin dapat membantu meredakan nyeri dada dan demam.
  • Obat antibiotik: Jika bronkitis disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut.

Selain dengan menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara lain yang dapat membantu mengobati bronkitis, yaitu:

  • Menjaga kelembaban udara di rumah: Menjaga kelembaban udara di rumah agar tidak terlalu kering dapat membantu meredakan gejala bronkitis.
  • Istirahat cukup: Istirahat cukup dapat membantu tubuh menyembuhkan infeksi dengan lebih cepat.
  • Minum cukup air: Minum cukup air dapat membantu melembabkan dahak dan memudahkan pengeluarannya.
  • Jangan merokok: Merokok dapat memperburuk gejala bronkitis, sehingga hindari merokok selama masa penyembuhan.

Jangan Lupa Untuk Berkonsultasi Dengan Dokter

Apabila Anda merasakan gangguan kesehatan terutama yang berkaitan dengan bronkitis, maka sebaiknya Anda segera untuk menghubungi dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.